sekedar curhat

06:19 Edit This
well,sebuah keinginan yang tertunda selama kurang lebih lima tahun, mungkin sekarang akan lebih tepat jika disebut sebagai obsesi, karena jadi semakin kurang jelas maksud tujuan keinginan ini,
justru karena terlalu banyak sebab dan alasan.

berawal dari janji kecil saya dengan seorang teman,
akibatnya masih tertinggal sampai sekarang.
sebuah keinginan, yang bahkan tanpa sadar menuntun saya pada apa yang mengikat janji kami,atau mungkin saya hanya bersembunyi di balik bayang-bayang janji kecil untuk mewujudkan keinginan saya? sekarang terlalu abstrak untuk didefinisikan. Bahkan mungkin teman kecil saya sekarang sudah melupakan janji kami. Karena kecerobohan saya yang menyakiti hatinya dengan dosa bernama kesombongan. Hem, maaf teman, itu ego remaja yang memang sulit dimengerti.

Sekarang, setelah berkali-kali merasa ditinggalkan, hati saya masi sering berbisik memohon untuk mewujudkan keinginan itu, setidaknya saya ingin memenuhi janji, walau hanya sepihak. tapi, otak dan semua raga saya yang lain serentak berteriak "jangan!".
dan ketika saya menoleh ke belakang, menebak ke depan, dan merasakan semua yang ada di sekitar, saya hanya bisa tersenyum.

ternyata memang lima tahun bukan waktu yang singkat untuk mengubur mimpi. Semua resiko dan tantangan di depan selalu pasti akan ada jalan, tapi kenangan yang mengajari saya dan lingkungan sekitar yang sekarang ini tidak menginginkan saya, cukup menjadi alasan, agar saya menutup mata saja, dan sekali lagi menyampaikan maaf yang tak terucap pada teman dan janji kecil saya.